Bali Process Sebagai Peluang Kerjasama Komprehensif Bagi Australia dan Indonesia

Bali Process Sebagai Peluang Kerjasama Komprehensif Bagi Australia dan Indonesia

Bali Process Sebagai Peluang Kerjasama Komprehensif Bagi Australia dan Indonesia

Samarindatv.co.id – Forum Bali Process memberikan peluang lebih dalam bagi Australia dan Indonesia untuk dapat bekerjasama, sebagaimana dalam forum tersebut tidak hanya melibatkan aktor negara amun juga aktor non negara turut dilibatkan sebagai upaya pengintegrasian dalam pembentukan kebijakan dan program aturan yang kuat. Dalam forum tersebut turut dihadirkan berbagai kelompok ahli, industri, serta swasta dari masing-masing negara untuk bersama memberikan pandangannya dalam forum konsultasi yang ada dalam Bali Process.

Hal tersebut memungkinkan bagi Australia dan Indonesia serta

negara anggota lainnya untuk bersama berbagi informasi mengenai inisiatif kunci dan tren yang berkembang di masing-masing negara dalam hal yang berhubungan dengan perdangan manusia. Kegiatan tersebut berguna bagi Australia dan Indonesia dalam mengidentifikasi jalan kerjasama dan pengembangan program yang dibutuhkan kedepannya dalam menangani masalah pengungsu dan imigran ilegal. Hal tersebut juga tidak lepas dari kondisi Australia yang memiliki keinginnan lebih besar dalam melakukan kerjasama regional untuk membendung perdagangan dan penyekundupan manusia.

Lebih jauh lagi, forum Bali Process dibentuk sebagai

upaya negara-negara anggota dalam mengatasi tantangan dan berbagai permasalahan kompleks yang ditimbulkan oleh gerakan-gerakan ilegal yang terorganisir dan merugikan banyak negara. Bali Process terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas masing-masing anggotanya baik dalam kelembagaan dan juga pengimplementasian aturan di lapangan.  Adanya kebutuhan tiap negara dalam mengurangi gerakan penyelundupan dan perdaganan manusia telah memperkuat pelaksanaan kerangka kerjasama forum Bali Process. Hal tersebut termasuk melalui partisipasi negara dalam mengembangkan dan menerapkan pendekatan koperasi praktis.

Melalui keberadaan forumBali Process, lebih mempermudah

langkah Australia dan Indonesia dalam mendiskusikan peran jaringan penyelundupan dan perdangan manusia yang ada di wilayah perairan keduanya. Bali Process juga memberikan kemudahan bagi Australia dan Indonesia karena memberikan detail informasi yang lebih rinci serta terus diperbaharui terkait dengan berbagai macam modus, rute, dan kegiatan kriminal yang ada di beberapa wilayah negara anggota. Hal tersebut penting untuk diketahui sejak dini bagi Australia dan Indonesia agar kedua negara tersebut dapat mengambil tindakan preventif sebagai upaya menangani masalah yang dapat timbul di wilayah keduanya. Dengan adanya Bali Process, komunikasi atara Australia dan Indonesiaakan lebih dapat terkoordinasi dengan baik, hal tersebut tidak lepas dari peran negara anggota lainnya yang juga turut berkontribusi memberikan masukan dan pandangan lain menganai kasus yang berkenaan dengan imigran ilegal. Kedua negara dapat terus meningkatkan dan memperkuat peran lembaga hukum yang ada di masing-masing negara untuk dapat lebih peka dan efisien dalam menangani masalah imigran ilegal. Keberadaan forum Bali Process juga memberikan akses kepada semua aktor yang tidak hanya terpaku pada aktor negara saja, namun juga melibatkan dan mendorong aktor individu dan kelompok untuk turut berperan aktif dalam mempromosikan pendekatan yang lebih efektif dan terkoordinasi menganaimasalah imigran ilegal khususnya yang berada di wilayah Australia dna Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bali Process memberkan kemajuan yang signifikan, hal tersebut dapat dilhat dari terus bertambahnya negara anggota yang turut berpartisipasi dalam Bali Process. Pada tahun 2013 lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa juga menyambut hangat tiga anggota baru ke dalam Bali Process, diantaranya adalah Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, dan juga Badan PBB untuk Kejahatan Narkotika dan Obat-Obatan (UNODC). Kehadiran tiga anggota baru tersebut yang sebelumnya hanya memiliki status sebagai pengamat membuktikan, bahwa adanya kerjasama erat antar negara didunia, dalam menanggulani masalah penyelundupan dan perdaganan manusia serta kejahatan transnasional lainnya.

Secara keseluruhan, keberadaan dari Bali Process telah menjadi wadah bagi Australia dan Indonesia untukmelakukan koordinasi terkait dengan pencegahan, penuntutan, perlindungan korban, dan juga kemitraan untuk mengakhiri perdaganan dan penyelundupan manusia. Dorongan untuk melakukan migrasi akan terus berkembang dengan terus berkembangnya tekhnologi informasi dan transportasi sebagai sarana perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Dorongan dari terus bertambahnya populasi yang memiliki mobilitas tinggi, pertumbuhan populasi, serta faktor sosial, politik, ekonomi, dan hak asasi manusia juga menjadi pemicu munculnya imigran legal.

Baca Artikel Lainnya:

Point Penting Dari Pertemuan Lanjutan Bali Process

Point Penting Dari Pertemuan Lanjutan Bali Process

Point Penting Dari Pertemuan Lanjutan Bali Process

Samarindatv.co.id Berbagai pertemuan lanjutan yang di selenggarakan sebagai kelanjutan dari forum kerjasama Bali Process memberikan dorongan bagi semua anggota untuk berbagi panduan dnegan instansi terkait yang terdapat di negara anggota untuk memanfaatkan keberadaan instansi tersebut sebagai aktor lapangan yang memberikan pelatihan dan meningkatkan kesadaran dan sebagai alat penegakan hukum terkait dengan masalah migrasi.

Adapun beberapa poin penting sebagai tujuan

untuk memperkuat kinerja dari Bali Process adalah sebagai berikut:

  1. Menerapkan tindakan dan arahan pada pencegahan, deteksi gangguan, perlindungan, dan penuntutan hukum yang disepakati.
  2. Mengembangkan program kerja yang lebih praktis dan difokuskan pada kerjasama penegakan hukum dan kerjasama menejemen perbatasan melalui peningkatan kapsitas pihak yang terkait.
  3. Menghubungkan dengan orum-forum multilateral dan bilateral lainnya untuk berbagi sumber daya, keahlian, dan pelajaran yang relevan.
  4. Membantu anggota untuk meperkuat tanggapan domestik dalam peyelundupan dan perdagangan manusia termasuk melalui pemanfaatan proses dan mekanisme yang ada.
  5. Mendrong solusi inovatif utnuk mengatasi akar penyebab tidak teraturnya migrasi termasuk peningkatan pengembangan potensi dan stabilisasi bidang utama.

Melalu pertemuan rutin yang diselenggarakan, masing-masing anggota terus mengupayakan pengembangan sebuah perangkat regional yang berfungsi sebagai pedoman dalam meningkatkan koordinasi dan kesadaran hukum yang berlaku dalam standar barkasi dalam proses pendataan dan pendaftaran bagi para pengungsi dan para pencari suaka. Setidaknya, setiap negara anggota yang terlibat memiliki tanggng jawab untuk melakukan kampanye kepada masyarakatnya sebagai upaya untuk mengurangi dan menekan berbagai potensi yang meninbulkan gerakan-gerakan imigrasi secara ilegal dan memberikan perlindungan kedan bantuan kepada para korban dari perdaganan dan penyelundupan manusia. Masing-masing negara juga dituntut agar setiap instansi yang terkait dengan masalah keimigrasian selalu melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dalam melakukan pendataan dan memberikan hasil laporan lapangan. Hal tersebut sebagai upaya dari tujuan Bali Process dalam melakukan efisiensi dan intensifikasi koordinasi kerjasama lintas negara.

Rangkaian dari pertemuan lanjutan Bali Process

merupakan sebuah pertemuan yang dilaksanakan sebagai upaya negara anggota untuk mengembangkan program pelatihan untuk meningkatkan kapabiltias menejemen perbatasan dan berusaa untuk mendeteksi serta melakukan pecegahan dan melakukan upaya perlindungan gangguan penyelundupan mansuia yang dilakukan oleh jaringan organisansi perdaganan manusia.

Pertemuan-pertemuan lanjutan dari Bali Process terus

dilakukan sebagai upaya keberlanjutan dari Bali Process itu sendiri. Berbagai macam diskusi lanjutan juga terus diselenggarakan sebagai langkah dan upaya negara anggota memberikan pemahakam yang lebih baik mengenai rute, modus, dan kegiatan kejahatan transnasional yang terus berkembang. Serangkaian strategi terbaru yang aplikatif juga terus digalakkan sebagai langkah bersama dalam memperkuat penegakkan hukum nasional dan regional untuk merespon berbagai macam tantangan yang datang dari kejahatan transnasional. Identifikasi terkait dengan langkah yang lebih efektif juga terus dikoordinasikan antar negara anggota, hal tersebut kuat hubungannya dalam membangun kepercayaan dan keyakinan bersama dikalangan penegak hukum dan pengelola perbatasan untuk lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas lapangan.

Sejauh ini, proses dari Bali Process terus mengalami kemajuan dan peningkatan kerjasama dalam berbagai sektor, Meskipun demikian, langkah pendekatan kerjasama yang lebih kooperatif dan koordinasi yang praktis terus berusaha dilanjutkan guna mendorong berbagai pihak untuk dapat lebih akti lagi menekan angka penyelundupan dan perdangana mansuia terlebih dalam menanggulangi berbagai macam ancaman yang darang dari kejahatan transnasional. Dalam setiap pertemuan yang diselenggarakan, setiap negara selalu memiliki masukan bagi perkembangan dan pembangunan kerangka kebijakan yang lebih luas. Dalam berbagai pertemuan lanjutan inilah, setiap ide dan masukan terus dikombinasikan dan dikalaborasikan sehingga dapat memberikan peningkatan kontrol pada sistem yang berhubungan langsung di lapangan.

Dalam perkembanganya, berbagai pertemuan yang diselenggarakan oleh negara-negara anggota dari Bali Process merupakan pertemuan yang terus menguayakan cara terbaik dalam melakukan investigasi dan penuntutan bagi para penyelundup dan penjual manusia. Kerjasama Bali Process merupakan sebuah forum penting yang bertujuan mengatasi masalah transnasional yang berkaitan dengan imigran ilegal dan telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Adapun tantangan terbesar yang dihadapi oleh negara-negara tersebut adalah, upaya untuk membongkar jaringan perdagangan dan penyelundupan manusia, serta menyeret para pelaku kejahatan tersebut ke pengadilan. Mobilitas manusia adalah sesuatu yang tidak dapat dihalangi, oleh karena itu tantangan yang dihadapi oleh negara bukan hanya sebatas pada bagaimana cara mencega pergerakan yang dilakukan namun lebih pada, bagaimana negara-negara tersebut dapat bersama-sama bekerjasama dalam menangani berbagai macam isu yang sangat sensitif tersebut dengan lebih cepat,lebih baik, dan lebih tepat pada sasaran.

Baca Artikel Lainnya:

Kerangka Pemikiran Politik

Kerangka Pemikiran Politik

Kerangka Pemikiran Politik

Samarindatv.co.idPemikiran politik mengkaji mengenai hal-hal yangberkaitan dengan politik dan apa saja yang relevan dengan politik itu sendiri.Pemikiran politik Barat merupakan sebuah catatan kejadianyang diberikan oleh para filosof politik yang berhubungan dengan: Institusi politik, Kejadian politik, Aktifitas politik serta perkembangannya. Konten dari pembahasan pemikiran politik selalu memiliki hubungan dengan “politik” itu sendiri.  Hal tersebut dikarenakan Pemikiran politik mempelajari tentang politik sebagai ungkapan dari filosof politik, dan politik itu sendiri merupakan bagian dari aktifitas politik. Segala bentuk aktifitas dalam politik yang mencakup berbagai macam hal seperti, mencapai kekuasaan, mengatur, mempertahankan, dll. Karena pemikiran politik tidak dapat dipisahkan dari pemikiran mengenai politik itu sendiri, maka dasar dan cara dari proses pemikiran itu sendiri adalah dengan mengambil keterangan dari fakta yang ada dan menariknya ke generalisasi.

 Adapun dasar dari pemikiran politik itu sendiri adalah sebagai berikut:

            Adanya sebuah Ide > yang terus kaji dari Hari ke Hari > dalam jangka waktu yang dapat dikatakan Long Term >  dan ide tersebut dapat Bertahan Lama atau bahkan terdapat transformasi dan mengilhami adanya ide baru yang terus berkembang. Pemikiran politik merupakan sebuah respon dari adanya berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan politik, negara, aktifitas politik, kebijakan dan fungsi negara.

Pemikiran politik berguna sebagai cara untuk mencari solusi baik yang permanen maupun non permanen untuk menghadapi masalah politik yang ada. Bahkan Pemikiran politik tidak hanya selalu bicara mengenai negara namun juga pada level yang lebih tinggi dari negara itu sendiri, misalkan mengenai dunia internasional dalam bentuk kerjasama, konflik, keamanan, dll. Yang mana pemikiran politik akan terus ikut berkembang seiring adanya Isu yang berkaitan dengan dasar negara dan juga terus berkembang . Dalam beberapa hal, isu tersebut dapat berkaitan dengan: Bentuk pemerintahan, Fungsi negara, Dasar kekuatan politik.

Karena yang menjadi subjek kajianya adalah politik maka, Pemikiran politik memperoleh data juga dari politik itu sendiri. Politik sendiri merupakan hal yang berkenaan dengan aktifitas politik yang selalu dibicarkan oleh para pemikir-pemikir politik. Fungsi lain dari Pemikiran Politik adalah, dimana Pemikiran politik memberikan arah sebagai perhatian dari politik itu sendiri. Filsuf politik melahirkan fakta-fakta politik dari suasana dan kondisi yang ada pada masanya, dan mereka mempelajarinya situasi tersebut untuk membangun lingkungan politik yang baru dan filsafat baru.

Pada dasarnya, Politik merupakan berbagai macam asumsi-asumsi yang diambil dari aktifitas politik, sedangkan pemikiran politik mempelajari keduanya baik itu asumsi maupun aktifitas politik itu sendiri. Pemikiran politik juga berguna untuk mengetahui objektifitas dari aktifitas dan memberikan keduanya sebuah bentuk, pandangan, dan di dalam prosesnya membentuk sebuah konsep baru.

Adapun beberapa perbedaan antara politik dengan pemikiran politik adalah sebagai berikut:

–          Politik memberikan kita catatan-catatan aktifitas politik, sedangkan Pemikrian politik memberikan kita pendidikan berpolitik

–          Politik merupakan pengetahuan tentang tingkah laku politik, sedangkan Pemikiran politik adalah teori dari tingkah laku politik

–          Politik membuka jalan bagi pemikiran politik, dan pemikiran politik menuntun arah masa depan dari politik itu sendiri

 

Pemikiran Politik Barat: Nature and Content 

Politik pemikiran Barat erat kaitannya dengan sejarah dan masyarakat Barat, yang mana pemikiran politik tersebut akan terus berkembang dan terus akan tumbuh dan berkembang. Karena pada dasarnya, sebuah proses pemikiran adalah sebuah bentuk dari sebuah proses yang memiliki pola sebagai berikut: Berproses-Berpolemik- Terus berkembang.  Dalam hal ini, pada pemikir klasik Yunani yaitu Plato dan Aristoteles telah memberikan dua dasar pada pemikiran Barat, dan hingga saat ini, pemikiran dari kedua tokoh tersebut kita kenal dengan sebutan  Idealisme Politik (Plato) dan Realisme Politik (Aristoteles), dan keduanya menjadi pilar penting bagi filsafat politik Barat yang berkembang saat ini.

Politik Pemikiran Barat, Institusi Politik, dan Proses Politik

Politik Pemikiran Barat memiliki hubungan erat dengan institusi politik dan prosedur yang relevan dengan politik . yang mana dalam pemikiran politik Barat itu juga merupakan gambaran mengenai beberapa elemen penting dalam politik yang meliputi Negara, Praktek Bernegara, Hukum Administrasi Negara, Power Politik, Kedaulatan. Adapun Fungsi penting dari pemikiran politik adalah tidak hanya menunjukkan aktifitas politik akan tetapi juga menunjukan makna/ arti dari aktifitas tersebut. Sebaliknya, berbeda dengan teori politik, yang justru dapat mengubah hal tersebut.

         Sedangkan Tugas dari filsuf politik adalah menghubungkan fenomena tersebut menjadi sebuah alternatif pilihan politik . Pemikiran politik itu sendiri selalu didominasi oleh kepentingan dari proses politik  mengenai bagaimana dan mengapa kekuatan politik di aplikasikan dan bagaimana proses kekuatan politik digunakan , serta bagaimana hukum mengikat masyarakat: memaksa, semena-mena, dan totaliter.

Pemikiran Politik barat: Idealisme Politik dan Realisme Politik

Dua bagian penting yang terdapat dalam politik Barat adalah sebagai berikut:

–          Idealsime politik > Filsafat politik

–          Realisme politik > Ilmu politik

          Dalam dua hal diatas, maka kita akan kembali pada sosok Plato yang merupakan representatif dari idealisme poltik dan sering disebut sebagai bapak filsafat. Sedangkan sosok Aristoteles merupakan representatif dari realisme politik dan disebut bapak ilmu poltik.

Signifikansi Pemikiran Politik Barat

            Filsuf politik pada masanya, akan melalu berbagai stuasi ketidak setujuan dan memberikan solusi bagi kondisi politik saat itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka secara terus menerus memberikan perhatian besar terhadap isu politik yang berkembang dan mencoba mencarikan solusi terbaik bagi isu politik. Oleh karena itu,  teori politik tidak hanya memberikan arah bagi pemikiran politik Barat, namun juga memberikan sebuah kesatuan dari proses pemikiran tersebut

         Adapun signifikasnsi dari politik pemikiran Barat itu sendiri adalah, bagaiamana para filsuf politik tersebut mencoba untuk menidentifikasi isu-isu politik dan menyediakan solusi bagi masalah/ isu tersebut. Hal tersebutlah yang pada akhirnya, akan menjadikan pemikiran politik memiliki arti dan pandangan. Selain itu, para filsuf juga  mengidentifikasi berbagai macam power relation yang terdapat pada level antara pemerintah dengan subjek, yang jgua merupakan dasar dari otoritas politik, selain itu,pemikiran politik juga di arahkan untuk mengidentifikasi berbagai macam masalah yang disebabkan dari konflik sosial, dengan maksud dari objektifitas aktifitas politik,  karakter, dan kebutuhan akan pengetahuan politik itu sendiri.

Karakteristik dan Keutamaan cara Kerja Politik Pemikiran Barat

       Adapun karakteristik dan keutamaan dari cara kerja politik pemikiran barat adalah, dimana adanya perbincangan antara perspektif yang berbeda dan intepretasi dari realitas politik. Selain itu dalam pemikiran politik arat terdapat perkembanga pemikiran dan intepretasi yang berbeda dari setiap fenomena yang berkembang, hal tersebut memberikan intepretasi baru dalam memahami situasi dan kondisi politik

Relevansi Pemikiran Politik Barat

         Pada dasarnya, Pemikiran Politik Barat mengenalkan kompleksitas pemikiran yang ada sebagai bentuk analisa, respon, dan jawaban terhadap fenomena politik yang terus berkembang. Karena berkembang dari filsafat, maka Pemikiran politik Barat bersifat objektif, memberi pencerahan, memuat etika, dan mendidik dalam hal politik, Pemikiran politik Barat juga memiliki dimensi baru dalam menganalisa dan memahami kondisi politik.

Baca Artikel Lainnya:

Pemikiran Politik Immanuel Kant

Pemikiran Politik Immanuel Kant

Pemikiran Politik Immanuel Kant

Samarindatv.co.id – “ Bertindaklah sehingga maxim (prinsip) dari kehendakmu dapat selalu, dan pada saat yang sama, diberlakukan sebagai prinsip yang menciptakan hukum universal”

Dalam memulai dari tulisan untuk memahami alur dari pemikiran Immanuel kant, ada baiknya ktia melihat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Kant, diantaranya adalah mengenai  Apa yang dapat kita ketahui? Apa yang boleh kita lakukan? Sampai di mana pengharapan kita? Apakah manusia itu? Untuk memudahkan kita memahami alur tulisan, maka pada tulisan ini nantinya kita akan membahas beberapa aspek penting seperti

  • Introduction
  • Representative of Enlighment
  • Kant’s “Copernican Revolution in Metaphysics”
  • Transcendental-Idealist View of Human Reason
  • Formulations of the Catagorical Imperative
  • The Universal Law of Right (Recht) or Justice
  • Property, Social Contract and the State
  • Perpetual Peace

Introduction

Immanuel Kant merupakan salah seorang filsuf Jerman termashur di akhir abad 18 (1724-1804), dirinya pernah menjabat sebagai seoarang Profesor filsafat di Universitas Konigsberg. Pemikiran yang dianut oleh Kant merupakan sebuah alur pemikiran kontemporer yang merupakan perkembangan dari pemikiran Rousseau, Hume, and Adam Smith. Sebagaiana, Kant juga memposisikan filsafat moral dan politik fokus pada universalisme dan kritik prinsip rasionalitas dari moral dan keadilan.

Pemikiran dari filsafat Kant tersebut kemudian ia gunakan sebagai standar normatif untuk justifikasi/ mengkritik dan merekonstruksi organisasi politik pada dalam masyarakat pada level nasional dan internasional dimasanya. Adapun Kontribusi terbesar Kant adalah kritiknya terhadap rasionalitas murni dan epistemologinya yang kaya akan filsafat politik yang subtansial. Immanuel Kant juga menekankan teori politik pada penekanan pada pentingnya memperlakukan manusia sebagai tujuan dari politik itu sendiri .

Sebuah nilai yang dibawa oleh Kant adalah sebagai mana alur pemikirannya yang berpendapat “treat humanity in your person, and in the person of everyone else, always as an end as well as a means, never merely as a mean“ (memperlakukan manusia seperti kita memperlakukan diri kita, manusia sebagai tujuan, bukan sarana). Mealui metode filsafatnya Kant lebih memberikan penekankan pada hak-hak manusia, supremasi hukum (prosedur hukum) serta kesempatan pendidikan yang akan meningkatkan akal manusia dan mencerahkan

Representative of the Enlightenment

Sebegai sebuah bentuk gerakan pencerahan di Jerman, Filsafat kritis sebagai puncak gerakan intelektual di Eropa. Pemikiran dari Kant mencoba untuk memisahan antara urusan politik dengan urusan  mengenai hal-hal yang berkaitan dengan moral. Adapun bagi Kant sendiri, prinsip tertinggi dalam rasionalitas adalah hukum moral dari kebebasan, otonomi, dan kesetaraan manusia sebagai individu yang bermoral, yaitu dengan menggunakanHukum Moral/ Categorical Imperative dari moral dan practical reason sebagai prinsip tertinggi dari akal manusia . Bagi kant, Pencerahan adalah keberanian manusia untuk menggunakan akal tanpa dipandu oleh sesuatu apapun.

Kant’s “Copernican Revolution in Metaphysics”

Dalam pandangan filsafatnya, Kant menempatkan manusia di tengah dunia pengetahuan dan tindakan, menurut Kant manusia bukan hanya sebagai subjek pasif dari alam/ moral. Melainkan agen aktif dan kreatif di dalamnya. Kant juga sepakat meletakkan rasionalitas dan empirisme pada human nature dan human reason yang bersumber pada ilmu pengetahuan dan moralitas. Kant menggunakan dua pendapat, pertama adalah mengenai empirisme mengurangi sifat manusia dalam tingkat indrawi (naluri, perasaan, dan prefensi)

Menurut Kant Rasionalitas manusia dibatasi oleh egoistik, monadic, dan intuitif. Oleh karena itu, Kant memunculkan ide tentang tresendental untuk mengatasi batasan manusia, dengan tresendental serta idealismenya dalam melihat human reason dan universalitasnya, serta dengan prinsip keadilan dan moral, Kant akan mengatasi keterbetasan tersebut

Transcendental-Idealist View of Human Reason

Transendental idealism merupakan sebuah idelaistik yang terdiri dari beberapa unsure seperti ideas-constituted, ideal-oriented, dan critical-reconstructive. Dengan menggunakan transcendental, seseorang dapat memperoleh sebuah ide dan prinsip dari unversalisme yang ideal dan mendapatkan kondisi priori dari struktur yang memungkinkan bagi pengetahuan dan aksi moral dari pikiran rasional manusia.

Sebagai agen rasionalitas, manusia tidak hanya memiliki kapasitas sense dan understanding, akan tetapi juga memiliki alasan teoritis dan alasan moral praktik dalam setiap aksinya. Selama ini rasionalitas manusia dipengaruhi oleh hal-hal disekelilingnya (benda, kejadian, dll). Transcendental sendiri  berada jauh diatas pemahaman dan aktifitas manusia (pemahaman murni tanpa adanya pengaruh). Menurut Immanuel Kant, “ide transendental“, yang merupakan norma kebebasan/otonomi (kesetaraan) dari pribadi manusia sebagai agen moral, merupakan pusat teori Kant yang memiliki tugas membentuk moral atau kewajiban. Menurut peraturan tersebut, apa yang kita lakukan untuk orang lain harus apa yang akan kita minta mereka lakukan untuk kita

Formulations of the Catagorical Imperative

Catagorical Imperative/ imperatif katagoris: a priory, formal, normative idea of the freedom/ autonomy and equality of all moral agents. Prinsip tertinggi alasan praktis murni atau kehendak rasional

Formulasi utama:

  • Universal-Law Formulation ‘bertindak sesuai dengan maksim(kehendak) dan tidnakan tersebut menjadi hukum universal
  • Universal-Law Nature ‘bertindak sesuai dengan maksim dan melalui upaya tersebut kamu akan menjadi hukum alami

Formulasi kedua:

  • End-In-Itself-Formulation, melalui sudut pandang mereka yang menerima dampak dari tindakan kita.
  • memperlakukan orang lain seperti seperti anda memperlakukan diri anda, tidak hanya sebagai sarana

Formulasi ketiga

  • Kingdom-of-Ends Formulation, melihat agen dan penerima sebagai suatu kesatuan komunitas moral
  • Semua maksim yang kita lakukan menyesuaikan dengan keadaan yang memungkinkan berakhir sebagai kerajaan alami

The Universal Law of Right (Recht) or Justice

Menurut Imanuel Kant, katagori imperatif merupakan sebagai prinsip tertinggi dari moral dan keadilan. Katagori imperative, tidak hanya berlaku pada ‘inner world’ (pemikiran, keyakinan, motivasi). Selain itu, katagori imperative  juga berlaku pada ‘ekxternal world’, yang mana katagori tersebut berhubungan dengan interaksi antar manusia. Katagori imperative juga akan menciptakan tindakan yang berisi hukum atau prinsip hak (recht) serta keadilan untuk membuat kebebasan tindakan eksternal yang kompatibel dengan kebebasan orang lain. Kebebasan kehendak masing-masing manusia dapat hidup berdampingan dengan kebebasan setiap orang sesuai dengan hukum universal. Katagori imperative berhbuungan dengan penggunaan kebebasan dari kehendak manusia yang kompatibel dengan semua orang menurut hukum universal, penekanan dari  hukum universal menurut Kant adalah “Pemaksaan timbal balik yang universal dengan kebebasan orang lain”

Properti, Kontrak Sosial dan Negara Menurut Immanuel Kant

Sebagai hukum universal/ prinsip kebebasan eksternal, hak/ keadilan moral memungkinkan untuk mengatur kebebasan eksternal manusia (hubungan spasial antar manusia). Pandangan Kant tentang kebebasan manusia adalah, bahwasannya kebebasan manusia untuk memiliki/ menggunakan dibatasi oleh hukum universal formal hak/ keadilan manusia yang lainya. Menurut Kant, kebebasan eksternal seorang manusia adalah tindakan pertama kali untuk memiliki sebidang tanah (contoh minggu lalu) . Setelah itu, harus ada legtimasi moral yang disahkan oleh perjanjian universal dari semua (bentuk dari konseptualisasi kontrak sosial), baik dari negara, maupun dari negaa-negara pada tingkat global. Negara sebagai puncak naungan dari hak masyarakat (kontrak sosial sebagai ide, bukan fenomena)

Perbedaan Kepemilikan Properti, Kontrak Sosial, dan Negara Antara kant, Hobbes, dan Locke

  • Kontrak sosial menurut Hobbes: kepentingan rasional dari rasa takut akan ancaman dan kekerasan
  • Kontrak sosial menurut Locke: hak alami untuk mempertahankan diri dan perlindungan hak milik
  • Kant: untuk mengamankan hak rasioanal terhadap properti yang dapat diklaim oleh pihak lain (state of nature)
  • Hobbes: hak properti diciptakan oleh kedaulatan negara, asumsinya independen dari properti itu sendiri
  • Locke: hal properti pada keadaan alami adalah absolut, yang independent dari negara, yang mana negara hanya menjamin dan menjaga akah hak alami tersebut
  • Kant: tidak ada hak alamiah mutlak untuk properti, karena tidak ada negara yang independen dari properti. Hak terhadap properti itu sendiri hanya dapat dilegtimasi melalui prinsip universalime dari hak dan keadilan

Perpetual Peace (Perdamaian Abadi) Menurut Immanuel Kant

Salah satu ciri khas filsafat politik Kant adalah pemikirannya tentang kosmopolitanisme, globalisme/ internasionalisme. Kant juga tidak memisahkan politik domestik dengan politik luar negeri (internasional). Hal tersebut tentu Berbeda dengan Hobbes, Locke, dan Rosseau yang hanya membahas pemikirannya terbatas pada negara. Selain itu, Immanuel Kant juga memberikan pemikiran mengenai Highest political good, yaitu sebuah perdamaian abadi antar negara di dunia, tidak hanya mengatasinya pada “natural condition” pada level individu, namun juga melalui “natural condition” pada level negara yang anarki. Prinsip hak/ keadilan universal dari Immanuel Kant tidak hanya mengatur politik domestik, tapi juga politik internasional. Menurut Kant, perang bukanlah cara dimana orang mengejar hak-haknya, namun perdamaian universal/ perdamaian abadi adalah sebuah tujuan akhir bersama. Kant sepakat dalam hal pengurangan politik global sebagai hubungan diplomatik pemerintah. Kant menyerukan hubungan masyarakat internasional sebagai masyaraakt global, manusia memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai prinsip dari moral praktis yang ada dalam dirinya.  Di dalam hal tersebut, moral praktis menjadi prinsip dasar dari keadilan (membantu mencegah peperangan). Bentuk yang ideal menurut Kant adalah ‘republik’ / ‘demokratis’ dimana masyarakat tidak hanya sebagai alat dari pemerintah. Alasan Kant untuk mencegah perang dengan perdamaian karena dampak dari perang dirasakan oleh masyarakat bukan penguasa. Semua warga negara (internasional) memiliki kepentingan dalam hal perdamaian, sedangkan penguasa memiliki kepentingan dalam konflik/ perang internasional. Menurut Kant, setidaknya, kepentingan perdamaian abadi negara dibimbing oleh 3 hal: Negara mengadopsi bentuk konstitusi republik , Negara republik membentuk sebuah “pacific union” (persekutuan) untuk mencegah perang, Pacific union tersebut membuat sebuah praktek ‘ hukum kosmopolitan’, guna memastikan adanya ‘universal hospotality’ untuk mencegah ancaman luar.

Filsafat Politik Immanuel Kant

Filsafat politik dan moral Kant, telah menginspirasi banyak pemikir di kemudian hari. Filsafat politik dengan bentuk khas dari liberalisme yang menekankan pada perdamaian dan semangat kosmopolitanisme yang berpusat pada pengertian mengenai otonomi moral dan kewajbian moral (universal) dari setiap manusia tanpa terhalang batas negara. Kant percaya bahwa masyarakat umum akan bahagia dengan doktrin amal dan kebaikan dari pada dengan menempatkannya dibawah teori mengenai kewajiban moral dan keadilan.

Baca Artikel Lainnya:

 

Pemikiran Politik Jeremy Bentham (1748-1832)

Pemikiran Politik Jeremy Bentham (1748-1832)

Pemikiran Politik Jeremy Bentham (1748-1832)

Latar Belakang

Samarindatv.co.id – Utilitarisme merupakan sebuah paham dan juga bagian dari British School yang mempelajari teori politik. Paham ini banyak digunakan pada berbagai bidang kemasyarakatan baik yang penulis, politisi, administrator, dan reformis sosial. Beberapa anggota penganut paham unitilitarianisme yang terkenal adalah Jeremy Bentham, James Mill, John Stuart Mill. Dalam hidupnya, Bentham memiliki pandangan utilitarianisme yang lebih menekankan pada perlunya reformasi sosial dan hukum serta lembaga politik yang kurang berkembang. Tidak hanya mereformasi  institusi sosial dan hukum,penganut paham Utilitarianisme juga merupakan pendukung reformasi demokratis, hak pilih universal, parlemen tahunan dengan jangka waktu yang lebih pendek dan rahasia. Jeremy bentham merupakan seorang yang daoat dikatagorikan sebagai pendiri dari Radikal Filosofis, yang mana menganjurkan bahwa lembaga-lembaga sosial harus dinilai oleh prinsip kebahagiaan terbesar dari jumlah terbesar. Menurut Bentham, praktik sosial yang tidak membawa pada kebahagiaan harus direformasi

Kehidupan dan Masanya

    Jeremy Bentham, hahir pada tahun 1748 di Inggris, dari keluarga pengacara yang suskses. Bentham pernah mengenyam pendidikan di Oxford education at Queen Collage (1760-1763). Pada masa pendidikannya tersebut, Bentham sering kali menghadiri pengadilan hukum di London. Kehadirannya dalam persidangan di Londong adalah untuk mempelajari cara dirinya sebagai pengacara untuk lebih dapat secara realistis mempelajari hukum, oleh karena itu, hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan cara hadir di dalam pengadilan. Pada tahun 1802, Bentham menulis A Theory of Legislation di tahun 1802. Adapun beberapa tulisan Bentham yang terkenal diantaranya adalah A Fragment on Goverment (1776), Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789), The Constitutional (1830). Karya tulisnya tersebut lebih banyak ditulis dengan tujuan untuk mereformasi hukum dan politik di Inggris. Selain itu, Bentham juga memiliki ide untuk melakukan reformasi bentuk penjara dengan merancang dan membangun struktur yang disebut Panopticon (yang menurutnya adalah sebuah bentuk penjara yang ideal). Dimana ruang jaga terdapat pada bagian tengah dari ruang penjara, sehingga dengan demikian, penjaga sipir dapat dengan mudah memantau kehidupan narapidana hanya dengan memutar arah posisi berdirinya. Hal itulah yang pada saat ini  mengilhami CCTV yang dapat berputar 360 derajat.

Prinsip Utilitarian

     Dalam memahami Prinsip Utilitarian, Bentham memulainya dengan judul pertama An Introduction to the Principles of Morals and Legislation (sebuah pengantar prinsip moral dan undang-undang). Menurut Bentham, Alam telah menempatkan manusia dibawah perintah dua tuan yang berdaulatyaitu rasa sakit/ penderitaan dan kebahagiaan. Hal tersebut berlaku untuk diri manusia itu sendiri, yang berfungsi untuk menunjukkan apa yang harus dilakukan dan menentukan tentang apa yang dilakukan serta menghindari apa yang tidak boleh dilakukan. Utilitarian di satu sisi sebagai standar benar dan salah dan disisi lain sebagai rantai dari sebab dan akibat, yaitu mengatur mengenai hal-hal yang berkenaan dengan apa yang harus kita lakukan, kita ucapkan, dan kita pikirkan. Utilitarianisme secara deskriptif dan teori normatif, tidak hanya mengambarkan manusia cara bertindak (memaksimalkan kebahagiaan dan meminimalisir rasa sakit), namun Utilitarianisme juga menentukan dan menganjurkan tindakan mengenai kedua hal tersebut. Yaitu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kebhagiaan, dan apa yang tidak boleh dilakukan sebagai upaya meminimalisir rasa sakit. Menurut prinsip Utilitas (prinsip kebahagiaan terbesar), penyebab dari semua tindakan manusia, yaitu tentang apa yang memotivasi manusia bertindak adalah keinginan untuk kebahagiaan/ kesenanganPrinsip Utilitas/ kebahagiaan didefinisikan sebagai properti dalam objek yang cenderung menghasilakan keuntungan, kesenangan, kebaikan, dan kebahagiaan bagi individu. Dalam tulisannya yang berjudul The Principle, Bentham menuliskan setidaknya terdapat 14 macam kebahagiaan sederhana yang menggerakkan manusia beberapa diantaranya rasa nikmat, kekayaan, keterampilan, kekuatan, kebajikan, dan kedengkian . Bagi Utilitas, mengurangi rasa sakit berarti menambah lebih banyak kebahagiaan. Satu hal terpenting yang pada akhirnya menjadikan Utilitarianisme menjadi teori moral adalah advokasi dari tindakan tersebut. Dengan memaksimalkan kebahagiaan dan meminimalisir rasa sakit, maka individu dapat mengetahui beberapa tindakan yaitu yang pertama apa yang membawa kebahagiaan yang secara moral dianggap baik, kedua, apa yang menyebabkan rasa sakit (apa yang harus dihindari), dan yang ketiga, mengenai tindakan apa yang harus ditambahkan dalam upaya menambah kesejahteraan manusia

 

        Pada tahun 1776, dalam tulisannya The Fragment Bentham memaparkan mengenai‘kebahagiaan terbesar dari jumlah terbesar adalah sebuah ukuran benar dan salah’. Bagi paham Utilitarianisme, Utilitas tidak mengusulkan seseorang mencari kebahagiaannya sendiri,namun menentukan mengenai dampak yang ditimbulkan pada semua orang yang terdampak dari tindakannya. Setiap individu merupakan agen kebahagiaan bagi orang lain. Bagi Bentham Masyarakat adalah ‘fiktif’, tidak lebih dari apa yang disebut Bentham ‘anggota individu’. Kebahagiaan orang lain, dapat digunakan untuk menghitung kebahagiaan individu. Tindakan seseorang menentukan lingkaran individu lainnya (memikirkan kebahagiaan orang lain, selain kebahagiaan diri sendiri) itulah yang menjadikan utilitarianisme menjadi teori moral. Setidaknya terdapat empat motif tindakan manusia. Pertama adalah Motif murni sosial (yaitu sebuah motif yang mengejar kebahagiaan orang lain dengan kebahagiaannya). KeduaMotif semi sosial/ reputasi (sebuah motif yang mengejar kebahagiaan orang lain dengan mempromosikan diri sendiri), KetigaMotif asosiasi (mengejar kebahagiaan sendiri tanpa melukai kebahagiaan orang lain). KeempatMotif keterasingan (melakukan kesenangan dengan menyakiti orang lain)

Kalkulus Kesenangan

      Dengan menggunakan kakulus kesenangan, Bentham berusaha untuk membangun standar pengukuran empiris untuk menentukan kuantitas kesenangan atau penderitaan yang bersasal dari tindakan tertentu. Hal mendasar dari tindakan ini adalah untuk menentukan keseimbangan antara kebahagiaan dan rasa sakit. Tujuan dari kalkulus kesenangan adalah untuk memberikan nilai numerik dengan intensitas, durasi, kepastian atau ketidakpastian, dan kedekatan atau keterpencilan dari kebahagiaan dan rasa sakit orang-orang yang terkena dampak tindakan seseorang. Asusmsi dasar dari tes ini adalah, bahwa kesenangan dan penderitaan meskipun tidak tunduk pada pegukuran liniear atau berat namun tetap bisa dihitung secara matematis. Tes kalkulus ini berusaha untuk mengukur kuantitas kesenangan dengan kriteria yang paling kasar dan mekanis. Setidaknya terdapat tujuh faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan utilitas tindakan, diantaranya adalah intensitasnya, durasinya, kepastian atau ketidakpastiannya, kedekatan dan kejauhannya, fertilitasnya atau “kemungkinan yang dimilikinya untuk diikuti oleh snesasi dari jenis yang sama”, kemurniannya atau kemungkinan yag dimikinya untuk tidak diikuti oleh sensasi dari jenis yang sama, dan yang terakhir adalah tingkat atau jumlah orang-orang yang dipengaruhinya. Bagi sebagian orang, instrumen ilmiah dari tes objektif untuk mengukur kuantitas kesenangan adalah omong kosong belaka.

        Beberapa pendapat pemikir modern mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan pada dasarnya ide tersebut tidak mungkin. Adapun masalah yang tidak berhasil dijawab oleh kalkulus kesenangan ini adalah pertanyaan mengenai ‘apakah pertimbangan yang lebih banyak seharusnya diberikan pada intensitas kesenangan atau penderitaan daripada durasinya, atau kepastian kesenangan lebih diprioritaskan daripada fertilitasnya?’. Oleh karena itu manusia mencari kebahagiaannya sendiri dan orang lain. Pertantaannya adalah ‘apa yang diperlukan manusia untuk mencapai kebahagiaannya?’ Jawabannya: tergantung pada jasa seseorang yang diberikan terhadap satu dengan lainnya. Pemerintah dapat memastikan jasa tersebut dengan menciptakan sistem hak dan kewajiban. Masyarakat politik ada, karena pemerintah perlu memaksa individu untuk memberikan layanan/ interaksi satu dengan lainnya untuk meningkatkan kebahagian. Manusia membandingkan konsekuensi dari tindakan-tindakan alternatf, namun dalam melakukan hal tersebut, manusia tidak menambah, mengurangi, membagi, atau mengalikan. Dalam membuat keputusannya manusia sangat mungkin mempertimbangkan dimensi kesenangannya, namun kalkulasi ini tidak mempertimbangkan atau melibatkan dimensi dari kuantitas kesenangan dan penderitaan.

Kebaikan Umum

         Pengertian mengenai kebaikan umum dimulai oleh Bentham dengan sebuah pernyataan dengan mengapa bicara tentang kepentingan masyarakat, jika kita tidak mengentahui apakah kepentingan individu itu. Sesuatu dikatakan meningkatkan kepentingan atau bagi kepentingan individu ketika ia cenderung menambah jumlah total kesenangannya atau bisa juga dikatakan menguarngi jumlah total penderitaannya. Oleh karena itu, kepentingan masyarakat tidak lebih dari jumlah kepentingan beberapa anggota yang membentuknya. Apa yang membuat senang orang lain adalah baik selama ia tidak mengurangi kebahagiaan orang lain. Pada kenyataannya, Hedonisme etis Bentham berarti bahwa tidak ada orang yang dapat mencapai kebahagiaannya yang tertinggi kecuali jika semua orang melakukan hal yang sama. Seseorang harus menemukan kesenangan orang lain sebagai alat untuk kesenangannya sendiri, atau yang disebut sebagai ‘balas jasa’. Meskipun demikian, prinsip kebahagiaan tertinggi mungkin patut dipuji sebagai ungkapan aspirasi dan harapan, tetapi sebagai rumusan sosial ia tidak dapat menawarkan banyak hal.

Filsafat Politik Bentham

        Menurut Bentham, pemerintahan tidak dapat berjalan jika adanya paksaan, paksaan tidakmenghasilkan kebahagiaan. Menurutnya, ketidakbahagiaan harus dihindari, maka alasan dibentuknya pemerintah adalah untuk membuat dan meningkatkan kebahagiaan dalam masyarakat. Pemerintah harus menerapkan Raison d’etre (membuat sangsi atas ketidak bahagiaan sehingga warga negara termotivasi untuk tidak melakukan hal tersebut). Oleh karena itu, Bentham memandang bahwa paksaan yang ada dalam pemerintah merupakan bagian dari sifat pemerintah untuk menciptakan sistem hak dan kewajiban bagi masyarakat. Bentham mengkontraskan manyarakat politik dengan masyarakat alami. Bagi Bentham, surplus kekayaan individu dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah harus dapat digunakan untuk mendorong warga memenuhi semua keinginannya. Kemakmuran dapat tercapai/ meningkat dengan menjamin setiap orang mendapatkan reward dari karyanya serta keamanan harta yang dimilikinya. Negara harus dapat mendorong ditemukanya alat-alat baru dan menawarkan hadiah bagi penemuan sosial yang berguna, mengembangkan tenaga teknis, dan mendorong efisiensi serta etos kerja keras. Pandangan ini melawan aspek pemikiran keagamaan yang mendorong orang untuk membenci kenyamanan dan kemewahan. Dalam pandangan Bentham, Keamanan memiliki beberapa komponen: keamanan orang, properti, kekuasaan, reputasi, dan kondisi kehidupan (status sosial), kesemuanya tersebut harus disediakan oleh negara melalui kontrak kesepakatan yang berlaku dan disimpan oleh semua orang.

       Oleh karena itu, untuk menghindari ketimpangan moral, intelektual, ekonomi, dan politik, Bentham mengusulkan untuk mengurangi kekayaan dan kekuasaan dengan cara antara orang kaya dan miskin harus sama-sama menyamakan instrumen kebahagiaannya. Layanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat adalah mendorong kebajikan dalam diri masyarakat, sehingga setiap anggota masyarakat dapat bergerak dalam hal politik secara sukarela dengan melakukan berbagai macam kegiatan kecil untuk membangun kebahagiaan masyarakat, Contohnya: melawan prasangka dan sekterian yang membatasi simpati dan berprasangka miring terhadap orang diluarnya.

        Hal terpenting dalam teorinya adalah bagaimana pemerintah mencapai tujuan tersebut secara umum, Bentham percaya bahwa manusia merupakan makhluk yang sangat bergantung dengan orang lain untuk kesejahteraan hidupnya. Manusia akan merasakan kesengsaraan saat tidak melakukan interaksi dengan lainnya (hidup menyendiri). Pada akhirnya masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling memberikan layanan jasa (interaksi mencari kebahagiaan) antara satu dengan lainnya. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan tersebut dengan menciptakan sistem hak dan kewajiban. Hal tersebut dilakukan dengan meletakkan sistem hukuman pada pelanggaran yang sesuai. Kewajiban seseorang tidak boleh menganggu hak orang lain. Setiap orang memiliki hak milik dan kewajiban yang sesuai. Pemerintah harus berhati-hati dalam meletakkan kewajbian tersebut karena, hak seseorang belum tentu menjadi sumber kebahagian bagi dirinya, namun sesuai dengan kewajibannya mereka memaksakannya kepada orang lain. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya tidak menciptakan hak melalui instrumen kebahagiaan. Terdapat dua cara masyarakat politik untuk bertindak, yaitu dengan cara pertama yang disebut Bentahm Imperation (mempengaruhi kehendak) dan kedua dengan contrecrtation (ancaman, hukuman fisik). Masyarakat yang bertindak dengan imperation cenderung lebih stabil deibangindakn dengan contrectationPemerintah akan menciptakan sistem hak dan kewajiban, yang terbaik akan memenuhi kebahagiaan terbesar dari jumlah yang ada. Utilitarianisme Bentham meyakini bahwa pemerintah akan melayani kepentingan masyarakatnya dengan sebaik mungkin akan menjadi pemerintahan yang demokratis

         Hanya dalam pemerintahan seperti itulah akan tercipta harmoni , karena antar kepentingan akan diatur dan direkayasa oleh pemerintah. Dalam demokrasi hal yang dapat memaksimalkan kebahagiaan pemerintah adalah dengan kembali ke kantor dan mengetahui kesempatan untuk memaksimalkan kebahagiaan. Hal tersebut dapat dilihat  dari kesejahteraan dan kepentingan dari pemerintah. Hal logis bagi Bentham: setiap orang dewasa memiliki hak untk memilih, dilakukannya pemilihan nasional (berkala), pemerintahan yang transparan yang berarti kebebasan pers, akses tak terbatas ke kantor pemerintah, hak untuk mengikuti perkumpulan.

Panapticon

      Panapticon merupakan sebuah nama dari model penjara yang dirancang oleh Bentham untuk pemerintahan Inggris di tahun 1970 dan pada tahun 1802 proyek tersebut runtuh. Desain Panapticon bukan hanya sebuah desain untuk penjara, namun model yang dapat diterapkan untuk setiap lembaga pemerintah seperti sekolah, rumah sakit, pabrik, barak militer. Ide Panapticon menjadi penting karena merupakan sebuah teknologi baru tentang ‘kekuasaan’. Panapticon merupakan sebuah momen sentral dalam sejarah represi-transisi dari pembenanan pada hukuman menuju pembebanan pada pengawasan/ penjagaan. Tidak memerlukan senjata dan kekerasan fisik, dan hanya membutuhkan sebuah pengawasan. Model dari bentuk Panapticon adalah sebuah bentuk baru dari bentuk kekuasaan modern, hubungan warga dengan pemerintah. Adapun bentuk kritik liberal terhadap utilitarianisme adalah ‘manusia berusaha untuk melakukan kegiatan tertentu untuk kepentingan kegiatan tersebut, tidak hanya untuk mencari sensasi kebahagiaan dari apa yang mereka dapat lakukan’.

      Dasar terpenting dari etika utilitiarian adalah kepentingan, egoisme, dan individualisme namun baginya masyarakat adalah tubuh fiktif dari kumpulan individu. Tujuan dari pentingnya undang-undang adalah meningkatkan kebahagiaan orang lain, bukan kesenangan pribadi namun adanya konvergensi pribadi dengan keoentingan publik. Bentham menentang kekejaman dan penindasan, hal tersebut dapat dimulai dengan refrasi sistem hukum agar dapat lebih efisien, jelas, transparan, dan sederhana. Humanisme telah tertulis besar dalam semua karyanya, reformasi terbesar pertama telah membawa demokrasi di Inggris melalui undang-undang refiramasi 1832 . Nagi Bentham, Setiap orang merupakan hakim terbaik bagi kepentingannya. Preferensi setiap individu haruslah diberi bobot yang sama dengan  sebagian lainnya. Kebahagiaan warga negara merupakan tujuan utama setiap pemerintahan